Pasang iklan

Dandim Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi Resmi di Copot Usai Sang Istri Komentar ‘Nyinyir’ di Medsos

...

Sultra Gema.id, Kendari – Istri Komandan Distirk Militer 1417, Kendari, Sulawesi Tenggara Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi  yang melayangkan komentar terkait penusukan Wiranto di Banten beberapa waktu lalu membuat sanksi dilayangkan kepada sang suami atas komentar tersebut. Dan terkena kurungan 14 hari.

Pencopotan Dandim Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi berselang sehari setelah KSAD Jenderal Andika memerintahkan sanksi. Kini jabatan Dandim 1417 Kendari beralih ke Kolonel Infantri Alamsyah.

Atas hal ini, Korem 143 Haluoleo, Kolonel Infantri Yustinus Nono Yulianto menanggapi  mutasi lingkup TNI merupakan hal yang lumrah terjadi di mana pun.

“Pergantian Komandan Distrik Militer 1417 Kendari patut menjadi pelajaran berarti bagi prajurit maupun istri prajurit. Apa yang menimpa mantan Dandim Kendari Hendi Suhendi merupakan keputusan final pimpinan,” kata Yustinus pada keterangan pers yang diterima Gema.id.

Di samping itu, Kepala Staf TNI Angakatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa yang menerima laporan terkait dua komentar dianggap nyinyir istri anggotanya di sosial media terkait penusukan Wiranto. Dia mendorong agar dua orang tersebut dijerat pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Dua Individu ini melakukan postingan yang kami duga melanggar UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE, maka kami dorong prosesnya ke paradilan umum,” ungkap KSAD Andika Perkasa.

Dua orang tersebut, merupakan istri dari Komandan Distrik Kendari dan personel berpangkat Sersan Dua, mereka berinisial IPDN dan LZ.

Tinggalkan komentar